Kegiatan Upacara Bendera Di SD Negeri 001 Tebing
Aktivitas yang mencerminkan nilai-nilai luhur. Melalui upacara bendera sesungguhnya siswa diajak untuk bersama-sama memahami esensi dari perjuangan para pahlawan.
Kegiatan Upacara Bendera Di SD Negeri 001 Tebing
Aktivitas yang mencerminkan nilai-nilai luhur. Melalui upacara bendera sesungguhnya siswa diajak untuk bersama-sama memahami esensi dari perjuangan para pahlawan.
Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka
Pramuka Adalah adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar dan Metode kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
PHBS Oleh Puskesmas
PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak seiring munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (6-10 tahun). PHBS di sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.
Untuk KD 2.1 nantikan pembahasannya
1. Menguasai subtansi dan metodologi dasar keilmuan bahasa Indonesia yang mendukung pembelajaran bahasa Indonesia SD/MI
SUB KOMPETENSI
1.3 Menampilkan keterampilan berbahasa (mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis)
INDIKATOR ESENSIAL
1.3.1 Merumuskan hakikat (pengertian, tujuan, jenis dan manfaat membaca)
1.3.2 a) Menemukan isi atau pokok wacana dari sebuah pengumuman b) merumuskan hakikat (pengertian, tujuan, jenis dan manfaat) menulis
1.3.3 Menemukan isi atau pesan pokok wacana dari sebuah berita
1.3.4 Menemukan isi atau pesan pokok wacana naratif secara cerita rakyat, puisi
1.3.5 Membandingkan berbagai jenis wacana bahasa Indonesia (deskripsi dan narasi)
1.3.6 Membandingkan berbagai wacana Bahasa Indonesia (argumentasi dan eksposisi)
1.3.7 Menyusun berbagai bentuk/jenis tulisan surat
1.3.8 Mendeskripsikan unsur-unsur makalah
CONTOH SOAL
No Soal 7a (sesuai IE 1.3.1)
Membaca yang mengutamakan isi bacaan sebagai ungkapan pikiran, perasaan, dan kehendak penulis. Bila hanya ingin mengetahui isinya, membaca cerdas bersifat lugas. Akan tetapi, bial maksudnya untuk memahami dan memilki isi bacaan, maka tergolong kedalam membaca jenis
a. Membaca cerdas atau membaca dalam hati
b. Membaca bahasa
c. Membaca teknis
d. Membaca bebas
Jawaban A
Pembahasan Jenis-jenis membaca
No Soal 7b (sesuai IE 1.3.1)
Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan, kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang. Berdasarkan karakteristik diatas, kegiatan tersebut termasuk ke dalam membaca jenis
a. Mebaca Survai
b. Membaca Sekilas
c. Membaca Dangkal
d. Membaca Nyaring
Jawaban C
Pembahasan
Jenis membaca berdasarkan karakteristiknya
No Soal 8a (sesuai IE 1.3.2)
No Soal 9a (sesuai IE 1.3.3)
Hebat, Siswa Indonesia Pertahankan Tradisi Emas di Olimpiade Fisika!
Soal 9b (sesuai IE 1.3.3)
Lihat berita di no 9a
Lima siswa Indonesia berhasil mendapatkan
a. 4 emas, 1 perak
b. 1 emas, 4 perak
c. 3 emas, 2 perak
d. 2 emas, 3 perak
Jawaban A
Pembahasan: Baca isi beritanya
No Soal 10a (sesuai IE 1.3.4)
a. Kita tidak boleh menyombongkan kelebihan yang kita miliki
b. Kita tidak boleh memamerkan kekurangan kita
c. Kesabaran dan ketabahan hati akan mendatangkan kebaikan
d. Kita harus membanggakan diri sendiri supaya percaya diri
Jawaban C
Pembahasan baca wacana naratif
No Soal 10b (sesuai IE 1.3.4)
Unsur-unsur penting dalam sebuah narasi adalah
a. Kejadian
b. Tokoh
c. Alur
d. Penulis
Jawaban D
Pembahasan
Unsur-unsur penting dalam sebuah narasi adalah: • kejadian, • tokoh, • konflik, • amanat • alur/plot, • latar yang terdiri atas latar waktu, tempat, dan suasana.
1. Menentukan tema atau amanat apa yang akan disampaikan.
2. Menetapkan sasaran pembaca.
3. Merancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema perkembangan,dan akhir cerita.
4. Memerinci peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita
5. Menyusun tokoh dan perwatakan,serta latar dan sudut pandang.
Karakteristik diatas adalah pengembengan dari paragraph
a. Narasi
b. Deskripsi
c. Ekspositori
d. Sudut Pandang Persuasif
Jawabab A
Pembahasan ke 5 karakteistik merupakan ciri wacana narasi
No Soal 11d (sesuai IE 1.3.5)
1. Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan
2. Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan.
3. Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (menyusun kerangka karangan)
4. Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan.
5. Tentukan tujuan
Langkah menyusun paragraf deskripsi yang benar adalah
a. 1-5-2-3-4
b. 1-5-4-3-2
c. 1-5-3-2-4
d. 1-3-4-2-5
Jawaban A
Pembahasan langkah-langkah menyusun paragraph deskripsi adalah 1-5-2-3-4
No Soal 12a (sesuai IE 1.3.6)
Berikut ini yang berhubungan dengan paragraph eksposisi, kecuali
a. Memaparkan definisi atau pengertian
b. Memaparkan langkah-langkah melaksanakan suatu kegiatan
c. Menyampaikan informasi
d. Mengajak pembaca untuk menerima papacan tersebut
Jawaban D
Pembahasan
No Soal 12b (sesuai IE 1.3.6)
Berikut ini yang berhubungan dengan paragraph argumentasi, kecuali
a. Mengungkapkan ide atau gagasan
b. Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin
c. Menggali sumber ide dari pengamatan pengalaman dan penelitian
d. Penutup biasanya berisi penegasan tentang ide atau gagasan
Jawaban D
Pembahasan
No Soal 13a (sesuai IE 1.3.7)
Berikut ini ciri surat pribadi, kecuali
a. Penggunaan bahasa bebas sesuai dengan keinginan penulis
b. Format surat bebas
c. Memiliki kepala surat
d. Memiliki penutup surat
Jawaban C
Pembahasan
CONTOH SOAL
No Soal 3a (sesuai IE 1.2.1)
No Soal 3b (sesuai IE 1.2.1)
Suatu pembelajaran menulis permulaan yang didasarkan atas pendekatan cerita yakni cara memulai mengajar menulis dengan menampil cerita yang diambil dari dialog siswa dan guru atau siswa dengan siswa disebut dengan metode
a. Metode Eja
b. Metode Kata Lembaga
c. Metode Global
d. Metode SAS
Jawaban : D
Pembahasan lihat pembahasan 3a
No Soal 4a (sesuai IE 1.2.2)
Berikut adalah kegiatan menulis lanjutan di kelas tinggi kecuali
a. Menulis tentang berbagai topic
b. Menulis pengumuman
c. Menulis pantun
d. Menulis memo
Jawaban A
Pembahasan
Teknis menulis tingkat tinggi dikelompokan menjadi 2 yaitu
No Soal 4b (sesuai IE 1.2.2)
Model menulis cerita/cerpen di kelas tinggi yaitu, kecuali…
a. Menceritakan mimpi
b. Menceritakan pengalaman
c. Menceritakan cita-cita
d. Menceritakan kata
Jawaban D
Pembahasan lihat pembahasa 4a
No Soal 5a (sesuai IE 1.2.3)
Perencanaan pengajaran meliputi hal-hal berikut, kecuali
a. Tujuan apa yang hendak dicapai
b. Memilih bahan aja
c. Proses belajar mengajar
d. Alat penilaian
Jawaban C
Pembahasan
Perencanaan yang baik harus meliputi
1. Tujuan apa yang hendak dicapai
2. Memilih bahan ajar
3. Memilih metode pengajaran
4. Alat penilaian
No Soal 5b (sesuai IE 1.2.3)
b. Tahap persiapan
c. Tahap pelaksanaan
d. Tahap pengolahan hasil
Jawaban C
Pembahasan
Tahapan dalam evaluasi pembelajaran yaitu
- Mental (cth: Anak mulai menunjukan tenggang rasa dan penghargaan terhadap teman, Anak menunjukan kepedulian terhadap orang lain)
- Psikomotorik (cth: Anak mulai menciptakan sesuatu bentuk/benda dengan menggunakan alat, terjadi perubahan fisik, tinggi dan berat badan yang menonjol, Anak sudah memiliki gerakan yang bebas dan aman, Anak mampu melakukan koordinasi dan keseimbangan badan)
- Sosial (cth: Anak sudah memakai pakaian dengan rapih, Anak dapat menampilkan sifat ingin tahu)
- Emosional (cth: Anak menunjukan keceriaan dalam berbagai aktivitas bersama teman sebayanya, Anak dapat menunjukan sikap marah dalam kondisi yang wajar)
- Kognitif (cth: Anak menunjukan kreatifitasnya dalam membentuk karya tertentu, Anak sudah mulai memahami beberapa konsep Abstak seperti menghitung tanpa menggunakan benda)
- Kesehatan (Anak yang sehat lebih cepat belajar berbicara dibandingkan dengan anak yang kurang sehat, sebab perkembangan aspek aspek motorik dan aspek mental berbicaranya lebih baik sehingga lebih siap untuk belajar berbicara)
- Kecerdasan (Anak yang memiliki kecerdasan tinggi, akan belajar berbicara lebih baik dan memiliki penguasaan bahasa erat kaitannya dengan kemampuan berpikir)
- Jenis kelamin (Anak perempuan lebih dalam belajar bahasa daripada anak laki-laki, baik dalam pengucapan, kosa kata maupun keseringan berbahasa)
- Keluarga (Semakin banyak jumlah anggota keluarga akan semakin sering anak mendengar dan berbicara. Demikian pula anak pertama lebih baik perkembangan berbicaranya karena orang tua lebih banyak memiliki waktu untuk berbicara dan berbahasa)
- Keinginan dan Dorongan Komunikasi (Semakin kuat keinginan dan dorongan untuk berkomunikasi dengan orang lain terutama teman sebaya, akan semakin kuat pula usaha anak untuk berbicara dan berbahasa)
- Kepribadian (Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dan memiliki kepribadian yang baik cenderung memiliki kemampuan bicara dan berbahasa lebih baik daripada anak yang mengalami masalah dalam penyesuaian)
Jawaban D
- Metode Abjad/Alfabet. Mula-mula guru memperkenalkan huruf (abjad) kepada siswa: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z. Selain yang dipasang di papan tulis, masing-masing huruf tadi juga perlu ditulis dalam sebuah kartu (satu huruf satu kartu)
- Metode Suara. Metode suara juga disebut :”Phonic Method”. Metode ini merupakan penyempurnaan metode alphabet. Pada metode ini bukan abjadnya yang di ajarkan, melainkan bunyi-bunyi bahasa sebagai pengganti huruf-huruf tersebut.Ucapan huruf-huruf tidak berdasarkan atas bunyi abjadnya melainkan ucapan hurufnya.
- Metode Kupas-Rangkai Suku Kata. Berbeda dari metode abjad di atas, metode kupas-rangkai suku kata ini dimulai dengan pengenalan kata terlebih dahulu. Misalnya: mama. Kita perlu juga menjelaskan arti kata mama itu kepada siswa agar mereka mendapatkan makna dari apa yang dipelajari
- Metode Cerita. Pelaksanaan metode cerita dalam mengajarkan membaca permulaan diawali dengan menghafalkan cerita atau sebuah puisi. Cerita atau puisi itu diuraikan atas kalimat-kalimtnya sampai pada kata-katanya. Dalam mengucapkan kata0kata metode ini menggunakan kata-kata fonetik.
- Metode Global. Menurut Teori Gestalt, suatu kesatuan lebih bermakna daripada bagian-bagian. Metode global dimulai dengan mengenalkan kalimat utuh kepada siswa. Contohnya: ibu makan nasi, disertai gambar, anak membaca tulisan tersebut, baru guru menjelaskan huruf-huruf yang dirangkai membentuk suku kata, kata, dan kalimat.
- Metode SAS — Struktural Analisa Sintesa. Metode SAS dilaksanakan dengan menggunakan kartu kalimat dan papan flanel. Mula-mula guru menunjukkan gambar kepada siswa (jika benda asli bisa dihadirkan tentunya lebih baik jika benda asli ditunjukkan terlebih dahulu) Dalam soal diatas ada metode eja, metode eja adalah metode dalam menulis bukan dalam membaca.
- pendekatan komunikatif tampak pada butir pembelajaran, misalnya: mendeskripsikan suatu benda, menulis surat, dan membuat iklan
- pendekatan integratif tampak pada butir pembelajaran, misalnya: menceritakan pengalaman yang menarik, menuliskan suatu peristiwa sederhana, membaca bacaan kemudian membuat ikhtisar, dan meringkas cerita yang di dengar;
- Pendekatan keterampilan proses, tampak pada butir pembelajaran, misalnya: melaporkan hasil kunjungan, menyusun laporan pengamatan, membuat iklan, dan menyusun kailimat acak menjadi paragraf yang padu
- pendekatan tematis, tampak pada butir pembelajaran, misatnya: menulis pengalaman dalam bentuk puisi, dan menyusun naskah sambutan.



